Tanpa Melibatkan Anggota, Pengerjaan Sumur Bor Swakelola Sarat Akan Manipulasi

0
217

Sukadana-Diduga pembangunan sumur bor yang berada didesa gedong dalem, kecamatan Batang hari nuban kabupaten Lampung timur, sarat dengan dugaan manipulasi, yang dilakukan oleh ketua poktan Mekar sari Riko Efendi.

Proyek yang menurut keterangan salah satu Nara sumber di taksir senilai , Rp 350. 000.000.’ ( tiga eatus Lima puluh juta rupiah ). berasal dari dana DAK Fisik Bidang Pertanian tahun 2019. yang dialokasikan kepada Poktan Mekar sari dusun lll desa Gedong dalam. yang dalam pengerjaannya secara Swakelola.

Terungkapnya adanya dugaan manipulasi tersebut ketika pihak media melakukan konfirmasi terhadap Sekertaris dan Bendahara Poktan mekar sari. Ketika terjadi kerusakan mesin genset pada sumur tersebut.dan sudah tidak bisa berfungsi lagi semenjak tahun 2021 karena diduga dalam pembelian mesin genset tersebut tidak sesuai dengan SPEK, sehingga banyak dikeluhkan oleh para anggota poktan mekar sari.

Dalam keterangannya pada hari Selasa ( 11/7/23 ), Rusmanto selaku Sekretaris dan Sutiono selaku Bendahara mengatakan bahwa mereka diangkat menjadi Sekertaris dan Bendahara hanya sebagai Formalitas saja.

Lebih lanjut mereka mengatakan bahwa dalam pekerjaan pembuatan sumur bor tersebut semua di handle oleh ketua poktan mekar sari yaitu Saudara Riko Efendi selaku ketua, kami berdua disini hanya sebagai pekerja harian saja.

Dalam penjelasannya Sutiono selaku Bendahara “bahwa untuk pengambilan uang saja, dalam dua kali pengambilan uang di bank saya cuman disuruh tanda tangan saja dan uang tersebut langsung diambil oleh Saudara Riko, dan saya pun tidak tahu jumlahnya kerena Riko sendiri yang menghitung uang tersebut.dan tidak memberitahu saya berapa jumlahnya”.

“Dari awal saya tidak tahu di tunjuk sebagai bendahara, tahu-tahu saya sudah menjadi bendahara., Untuk belanja material saja saudara Riko Efendi tidak pernah berkoordinasi atau melibatkan saya “

Penjelasan yang sama dijelaskan oleh Rusmanto selaku Sekretaris dalam keterangannya ” Selama pembangunan saya tidak pernah diajak musyawarah oleh Saudara Riko Efendi, baik masalah pembelian matrial maupun masalah pekerjaan، saya hanya disuruh mencatat pekerja yang bekerja setiap harinya.”

“Dan mengenai saya menjadi sekertaris saya tidak tahu sama sekali, tahu- tahu saya sudah ditunjuk menjadi sekertaris secara Formalitas.”

Untuk hal- hal yamg lainnya saya tidak tahu karna baik buku rekening maupun catatan-catatan yang lain dipegang oleh Riko Efendi,”. Tutup Rusmanto

Pernyataan Sutiono dan Rusmato tersebut diamini oleh salah satu anggota Poktan mekar sari yang bernama Karim yang mengatakan “bahwa selama ini seluruh anggota poktan mekar sari tidak pernah diajak musyawarah oleh Riko Efendi selaku ketua Poktan mekar sari selama pengerjaan proyek sumur bor tersebut”

Dilain tempat Yoyok Suroso selaku ketua BPP( Badan penyuluhan pertanian ) kecamatan Batanghari nuban melalui petugas penyuluh yang ada didesa Gedong dalam Fatnuri “mengatakan selama ini tidak pernah di ajak berkoordinasi dengan ketua poktan mekar sari mengenai sumur bor ini dan kami dari BPP akan segera turun kelapangan untuk menindaklanjuti permasalahan ini “(Syam / Tim)