Oknum Pegawai RSUD Abdul Moeloek di Duga Lecehkan Frofesi Wartawan

0
20

Bandar Lampung – Sebanyak 10 jurnalis Lampung, berencana membawa sangkaan penghinaan profesi oleh oknum pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Moeloek ke ranah hukum dengan melaporkannya ke penyidik polri. Dalam waktu dekat mereka akan mengkonsultasikan hal ini ke LBH Bandar Lampung sekaligus membeberkan alat bukti berupa rekaman video dan keterangan saksi. Para jurnalis itu adalah Aprohan SKH Radar Lampung, Udin Lampungsegalow.co.id, Wandi FSTV, Hari Radar Radio, Siska Saibumi.com, Sule SKH Kupas Tuntas, Adi Majalah Lentera, Dedi Lampung Tv, Andika SKH Momentum, dan Nila Mediapanglima.com.

Hal itu tercermin saat peliputan penyegelan loket parkir pada menyegel ulang loket parkir di sana oleh Pemkot Bandarlampung, beberapa waktu lalu. Di mana Reporter FSTV, Wandi, mengatakan, statemen Anwar, staf bagian Perlindungan dan Pengembangan SDM di RSUD Abdul Moeloek ini dinilai melecehkan pers.


“Mereka pihak rumah sakit beranggapan rendahnya penilaian terhadap  wartawan bisa berakibat buruk bagi perkembangan demokrasi bangsa di era keterbukaan publik saat ini,” tegas Wandi, Sabtu (28/11).


“Untuk mencegah masalah ini makin melebar, kami (media) akan laporkan ke penegak hukum,” tambah Wandi.


Kejadian ini juga membuat Jurnalis Senior Lampung Oyos Saroso HN mengecam pernyataan pegawai tersebut.
Menurut Oyos, pernyataan itu tidak seharusnya dilontarakan.


“Dia menilai semua wartawan seperti itu. Wartawan yang mana maksud dia ? ini bisa menjadi persoalan, karena sudah masuk dalam pelecehan profesi dan bakal menjadi masalah,” tegas Bang Oyos, saat ditemui dikediamannya, Kamis (19/12).


Wartawan itu bekerja mencari data dan fakta, karena bekerja untuk kepentingan publik.
“Kami menghimbau juga agar masyarakat atau pemerintah paham cara kerja pers. Disisi lain wartawan juga harus hati-hati karena rentan disalahgunakan. Barangkali apa yang diungkapkan yang bersangkutan berdasarkan pengalaman dan masukan gak valid,” ujarnya
Bila ada yang salah berkaitan lembaga, kata dia bisa melakukan klarifikasi.


“Jadi jangan menggiring opini pernyataan seperti itulah, bisa bahaya nanti,” tukas Bang Oyos.


Sebelemunya, pegawai RSUAM tersebut mengeluarkan pernyataannya saat Kabid Pajak BPPRD Bandar Lampung Andre menyegel ulang loket parkir di sana pada Rabu (18/12) kemarin.


“Bapak bapak ini (wartawan) cuma cari keburukan orang, coba apa yang sudah dilakukan oleh rumah sakit yang terbaik untuk pelayanan masayarakat enggak pernah di upload, diunggah prestasi kami,” kata dia.
Ia juga menyebut, wartawan memprovokasi antar Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kota Bandar Lampung.


“Coba yang buruk-buruk, kita dicecar, ujung-ujungnya opini kita diadu dengan kota (pemkot) seolah-olah kita bermusuhan padahal enggak,” tambahnya.
Anwar juga menyebut pemberitaan terkait peristiwa penyegelan yang beredar merupakan opini negatif yang sengaja dibuat wartawan. (Cholik)